RSS

Kemarau

Saya terperanjat ketika sahabat saya di ujung telepon mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu rumahnya terbakar. Peristiwa kebakaran itu pastilah menjadi  besar mengingat rumahnya yang berdekatan dalam sebuah gang senggol di Jakarta Barat. Menjadi tak ada bedanya antara rumah pertama atau rumah terakhir yang terbakar. Sama-sama hangus.

Kebakaran yang terjadi salah satunya disebabkan oleh bumi yang semakin panas. Kemarau tahun ini memang kurang lebih sudah terjadi selama 4 bulan. Belum ada tanda-tanda akan hujan, walaupun berita yang terdengar di televisi sudah mengisahkan daerah-daerah yang kebanjiran akibat adanya hujan deras.

Musim panas  benar-benar menyisakan daun yang terselimuti debu tebal dan cerita kebakaran di mana-mana. Menyisakan penderitaan akibat kekeringan di ladang-ladang. Saya jadi teringat kisah sebuah kaum yang mengalami kemarau selama 4 tahun.

Mahasuci Allah yang menciptakan segala kejadian. Semoga setiap peristiwa membawa hikmah bagi kita semua, terlebih kepada siapapun yang mengalaminya. Ketabahan dan kesabaran semoga tetap diberikan yang Mahakuasa.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 14, 2011 in Uncategorized

 

Festival Tanabata

Tanabata atau Festival Bintang adalah salah satu perayaan yang berkaitan dengan musim di Jepang.

Tanabata merupakan sinkretisme dalam tradisi Jepang kuno untuk mendoakan arwah leluhur atas keberhasilan panen dan perayaan Qi Qiao Jie (asal Tiongkok) yang mendoakan kemahiran wanita dalam menenun. Pada awalnya Tanabata merupakan bagian dari perayaan Obon, tapi kemudian dijadikan perayaan terpisah. Dalam perayaan ini, daun bambu (biasa di sebut sasa) digunakan sebagai hiasan dalam perayaan karena dipercaya sebagai tempat tinggal arwah leluhur.

Festival Tanabata biasanya dimeriahkan dengan tradisi menulis permohonan di atas tanzaku (secarik kertas berwarna-warni). Tradisi ini sudah ada di Jepang sejak zaman Edo. Kertas tanzaku terdiri dari 5 warna (hijau, merah, kuning, putih, dan hitam). Permohonan yang dituliskan pada tanzaku bisa bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang menulis. Kertas-kertas tanzaku yang berisi berbagai macam permohonan diikatkan di ranting daun bambu membentuk pohon harapan di hari ke-6 bulan ke-7. Orang yang kebetulan tinggal di dekat laut mempunyai tradisi melarung pohon harapan ke laut sebagai tanda puncak perayaan, tapi kebiasaan ini sekarang makin ditinggalkan orang karena hiasan banyak yang terbuat dari plastik.

Di Jepang, perayaan Tanabata dirayakan secara besar-besaran di berbagai kota, seperti: Sendai, Hiratsuka, Anjo, dan Sagamihara. Perayaan ini dimulai setelah Perang Dunia II dengan maksud untuk menggairahkan ekonomi, terutama di wilayah Jepang bagian utara. Di zaman dulu, Sendai sering berkali-kali dilanda kekurangan pangan akibat kekeringan dan musim dingin yang terlalu dingin. Di kalangan penduduk lahir tradisi menulis permohonan di atas secarik kertas tanzaku untuk meminta dijauhkan dari bencana alam. Date Masamune menggunakan perayaan Tanabata untuk memajukan pendidikan bagi kaum wanita, dan hiasan daun bambu mulai terlihat di rumah tinggal kalangan samurai dan penduduk kota. Di zaman Meiji dan zaman Taisho, perayaan dilangsungkan secara kecil-kecilan hingga akhirnya penyelenggaraan diambil alih oleh pusat perbelanjaan di tahun 1927. Pusat perbelanjaan memasang hiasan Tanabata secara besar-besaran, dan tradisi ini berlanjut hingga sekarang sebagai Sendai Tanabata.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 13, 2011 in Uncategorized

 

Di Episode ini Aku Menangis (3)

Keempat buah hatiku tercinta,

Menatap sinar matanya yang jujur…. membuat aku tak sanggup membendung air mata haru.  Aku berharap matahari tetap mau bersinar terang untuk mereka, rembulan tetap menghangatkan untuk mereka.

Hidupku penuh kekhawatiran untuk mereka, takut mereka aku tinggalkan dalam keadaan lemah. Maka aku berusaha mendidiknya agar kuat. Agar merekapun sanggup kuat dalam menghadapi hidup mereka. Aku berusaha mendidik mereka tentang cinta terhadap saudaranya satu sama lain, agar mereka hidup dengan nyaman di hari tua mereka, menyaksikan kedamaian diantara saudara-saudaranya.

Saudara adalah rumah mereka. Tempat mereka kembali. Saudara adalah tempat mereka tertawa dan menangis bersama. Melewati masa ke masa penuh keberartian. Saling menguatkan dan saling mendukung.

Semoga kalian anak-anakku, memegang teguh harapan orang tua.

Semoga kalian anak-anakku, jadi pribadi yang kuat dan bersahaja,

Semoga kalian anak-anakku, jadi anak sholeh sholehah, investasi berharga tiada tara

Semoga kalian anak-anakku, jadi renungan kebahagian ibu dan bapak

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 9, 2011 in Uncategorized

 

Menilai Kualitas seorang Pemimpin

“Kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari cara memberikan alasan dan penilaian “(Tacitus).

Semua orang tahu bahwa memberikan alasan dan melakukan penilaian adalah dua dari banyak pekerjaan pemimpin. Dua hal ini cukup membantu bawahan memberikan penilaian atas kualitas seorang pemimpin.

Memberikan alasan menjadi penting ketika bawahan mulai menunjukkan minat untuk bertanya, memprotes sebuah pernyataan pimpinan, atau sekedar mengernyitkan dahi atas sebuah ucapan yang dilontarkan seorang atasan.

Pemimpin yang cerdas harus mampu mengadaptasi lingkungan dengan memberikan penjelasan yang tepat, benar, tidak ragu-ragu, dan menyakinkan. Tapi bukan berarti pemimpin juga tidak pernah melakukan kesalahan. Di sinilah seninya memimpin. Memberikan alasan dan memadukannya dengan pendapat para bawahan. Pastikan yang berlaku adalah super team, bukan super leader.

Pemimpinpun melakukan tugas rutin menilai bawahan. Penilaian pemimpin yang bertanggung jawab adalah penilaian yang objektif tanpa pandang bulu. Pemimpin harus menyadari dirinya adalah seorang pemimpin yang menentukan masa depan bawahan. Sekali saja Anda melakukan kelalaian dengan membawa subyektifitas atas diri bawahan, maka Anda akan menyesal seumur hidup.Bukan saja atas resiko yang diterima karena kerugian terhadap penilaian yang tidak objektif, namun lebih dari itu, pemimpin yang seperti ini telah menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang yang jujur dan dapat dipercaya. Baik di mata bawahan maupun di mata Allah sang maha melihat.

Keberhasilan dan kegagalan dalam semua tindakan, baik bawahan maupun pimpinan adalah suatu keadaan yang tidak mutlak berlaku seumur hidup. Hal ini bisa berubah dan bisa diubah. Maka sebaiknya pimpinan menempatkan reward dan punishment sebagai hal yang turut membantu dia membentuk team yang solid sebagai  kelanjutan  dari penilaian objektif yang dia lakukan.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 9, 2011 in Uncategorized

 

Di episode ini aku menangis (2)

Adalah sahabat tumpuan cerita hidup. Saling mengandalkan bahu dalam cerita kepedihan. menantang dunia agar membahagiakan. Mengukir harapan di cadasnya batu karang.

Menerima segala kekurangan. Saling mengisi dengan cinta. Menegur dengan sesungguhnya. Melihat dengan lirikan sayang. Mengelus dengan penuh kasih. Memeluk ketika derita datang.Mengutamakan di saat semua orang membutuhkan.

Memberikan keleluasaan berbagi. Memberikan kepercayaam di saat semua orang mencerca. Memberikan kekuatan di saat  semangat hampir habis.

Adalah mereka yang mampu membuatku menitikkan air mata.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 19, 2011 in Uncategorized

 

Di episode ini aku menangis (1)

Air mata pasti menitik, jika episode mulai merangkak haru.

Adalah bahagia, sesungguhnya. Memperhatikan anak-anak begitu bersemangat main plastisin. Sesekali mulutnya yang mungil termonyong-monyong. Baju mereka tidak begitu bagus. Kulit mereka legam, tampang mereka tidak terurus.Tulang belulang nampak jelas saing kurusnya. Tapi mereka sangat bersemangat untuk belajar.

Ini dia yang membuat saya tak mampu menahan air mata menitik.

Sebuah keinginan menentang keadaan. Sebuah harapan menjadi lebih baik dari sekarang. Teriring doa, semoga kalian semua bisa sekolah, yang tinggi, yang tinggi, yang tinggi…dan semakin baiklah hidup kalian. Amiin

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 19, 2011 in Uncategorized

 

Kumpulan Lead Tulisan (2)

  1. Saya harus melakukan sesuatu supaya tetap hidup (Lee Iacocca)
  2. Saya bisa saja bangun jam sembilan pagi dan menjadi petani kacang, atau bangun jam enam pagi dan menjadi presiden (Jimmy Carter, Mantan Petani kacang yang menjadi presiden Amerika)
  3. Aturan Emas untuk maju: 1. Lakukan selangkah demi selangkah 2. Bila merasa tak mampu maju lagi, kembalilah ke aturan nomor 1 (H. Jackson Brown Jr.)
  4. Cepat atau lambat, kemenangan akan menjadi milik orang yang percaya bahwa mereka akan meraih kemenangan (Arnold Palmer, Pegolf kaliber dunia)
  5. Orang pertama yang harus mempercayai Anda adalah siri Anda sendir i(Anonim)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 19, 2011 in Uncategorized